Tugas Seni Budaya Dan Ketrampilan "Merangkum Bab 1-4"
Bab 1. Penerapan Ragam Hias pada Bahan Keras
a.Ragam Hias
Ragam hias di berbagi daerah dapat memberikan identitas daerah yang bersangkutan. Ragam hias memiliki fungsi dan makna tersendiri seperti dapat menangkal roh – roh jahat, memberikan keberkahan dan sebagai symbol pangkat atau kedudukan dalam masyarakat.
Ragam hias atau ornament dapat berupa motif tumbuhan, hewan, manusia dan geometris yang dapat dilakukan dengan cara memahat, menganyam dan pengecatan.
1.Jenis – Jenis Ragam Hias
- Ragam Hias Flora
- Ragam Hias Fauna
- Ragam Hias Figuratif (manusia)
- Ragam Hias Geometris
2. Pola Ragam Hias
Pola ragam hias adalah hasil susunan dari suatu aturan tertentu dalam bentuk dan komposisi tertentu.Pola – pola ragam hias;
- Pola Simetris
Pola simetris terbentuk dari susunan motif – motif ragam hias yang memiliki keseimbbangan dan bentuk yang sama dalam susunannya.
- Pola Asimetris
Terbentuk dari komposisi yang tidak berimbang namun masih terlihat proporsi, komposisi dan kesatuan yang harmoni.
- Pola Ragam Hias Tepi
Bentuk ragam hias tepi pengulangan dari bentuk sebelumnya dan digunakan untuk menghias bagian tepi pada bahan tertentu.
- Pola Ragam Hias Menyudut
Pola ragam hias menyudut membentuk pola segi tiga dan umumnya memiliki bentuk ragam hias yang berbeda dan disesuaikan dengan bentuk ragam hias yang ada.
- Pola Ragam Hias
Gabungan dari beberapa ragam hias dan membentuk ragam hias baru.
- Pola Ragam Hias Beraturan
Terbentuk dari bidang dan corak yang sama, susunan polanya merupakan pengulan dari bentuk sebelumnya dengan ukuran yang sama.
- Pola Ragam Hias Tidak Beraturan
Sebaran dari beberapa motif yang berbeda dan tidak mengikuti pola proporsi dan komposisi yang seimbang.
b. Alat Dan Bahan
Beberapa alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan ragam hias adalah;
- Pahat.
- Palu kayu
- Kuas
- Politer
- Cat kayu/ Besi
- Kayu/ Papan
- Batu
C. Teknik Penerapan Ragam Hias
1. Teknik Ukir
Dalam mengukir yan pertama harus dilakukan adalah membuat design/ gambar . kedua menempelkan design pada media ukir atau kayu dan mengukirnya. Ketiga mengamplas atau menghaluskan dan kemudian memberi plitur atau pernis.
2. Teknik Cor
Teknik cor dapat menggunakan bahan dasar kuningan, tembaga, tanah liat, gips, dan besi.Pengguanaan teknik cor dilakukan dengan cara sebagai berikut;
- Membuat negative atau model
- Membuat cetakan
- Pembakaran
- Penyelesaian dengan cat dan pelapis atau pernis/ melamin.
3. Teknik Pengecatan
Alat dan bahan untuk pengecatan adalah kuas, palet cat, pensil, cat minyak/ arklik, kayu atau triplek.
Bab 2.Tapestri
- Tapestri
Kata tapestri diambil dari bahasa Perancis Tapiesserie yang artinya penutup lantai atau dalam bahasa latin Tapestrum yang artinya sejenis sulaman yang memiliki banyak teknik. Tapestry adalah sebuah teknik membuat karya tekstil dengan cara menenun benang, serat, dan bahan lain seperti kayu, logam, dan rotan dalam satu komposisi benda yang meiliki fungsi seni dan pakai.
Struktur bentuk tapestry terdiri dari tenunan benang Lungsi dan Pakan yang dibuat menjadi barang atau benda seni tertentu. Benang Lungsi adalah jalinan benang yang vertical, sedangkan benang Pakan adalah benang yang mengarah horizontal dan menjadi bagian dari benang yang membentuk bidang gambar tertentu.
- Bahan Dan Alat Tenun Tapestri
- Alat Tenun Tapestri
- Bentangan ( Spanram )
- Gunting
- Sisir
- Paku Penggulung
- Bahan Tenun Tapestri
- Benang wol
- Kain Perca
- Bambu
- Manik – manik
- Teknik Tapestri
- Menyiapkan Desain Ragam Hias
- Membuat Jalinan Tenun Tapestri
Ada 2 macam teknik dalam tenunan tapestry yaitu
Teknik tenun simetris yaitu teknik memasukkan benang pakan sejajar dengan tenunan benang pakan lainnya dan terkait diantara benang lungsi sehingga membentuk ragam hias.
B). Teknik tenun Asimetris
Teknik tenun asimetris yaitu teknik menenun dengan benang pakan ditenun menyilang pada benang lungsinya dan dilakukan berulang – ulang sesuai dengan desain ragam hias yang dibuat.
Bab 3.Menyayikan Lagu Daerah
A. Teknik dan Gaya Menyanyi Lagu Daerah
Lagu – lagu daerah biasanya diiringi dengan seperangkat alat music yang disebut karawitan. Lagu daerah menggunakan bahasa daerah yang ada di Indonesia. Karya – karya seni Karawitan kebanyakan dengan berbagai ansambel gamelan atau repertoar yang bersifat tradisional dan anonimus. Music karawitan dapat mengembangkan berbagai perbedaan dari satu wilayah ke wilayah lain sepanjang waktu dan menyebabkan munculnya gaya – gaya baru yang berbeda beda. Gayanya yaitu;
- Gaya Lokal yaitu karakteristik cara menyanyikan lagu daerah yang berbeda dengan daerah lainnya.
- Gaya Individual yaitu tipologi karakteristik seorang tokoh pencipta lagu – lagu yang membedakannya dengan pencipta lagu lainnya.
- Gaya Periodikal yaitu tipologo karakteristik zaman tertentu yang menghsasilkan gaya musical tertentu misalnya dalam gaya bentuk musical. Dalam karawitan Betawi gaya atau musical style dikenal dengan istilah Liaw.
Pada repertoar lagu lahu daerah sering dibawakan oleh seorang penyanyi yang disebut sinden, Perkolong – kolong dan Madihin.
B. Menyanyi Secara Unisono
Menyanyi secara unison membutuhkan kerjasama antara anggota kelompok karena jika berbeda sendiri suaranya akan terlihat tidak bagus. Lagu – lagu daerah merupakan kekayaan yang dapat dijadikan sebagai saran pembentuk karakter dan pendidikan sikap pada anak dan remaja.
Bab 4. Bermain Ansambel Musik Tradisional
- Jenis Musik Ansambel Tradisional
Di Indonesia terutama di pulau Jawa dan Bali salah satu jenis seni bebunyian atau tetabuhan yang dianggap paling tua dan masih bertahan hidup serta berkembang sampai saat ini adalah alat music gamelan atau di daerah tertentu sering disebut dengan karawitan.
Menurut Ki Sindi Suwarno, karawitan berasal dari kata ‘rawit’ yang berarti cabe rawit yang kecil serta halus, indah. Jadi karawitan adalah seni suara yang berbentuk vocal maupun instrumental yang berlaraskan pelog dan slendro.
Sedangkan menurut R.M. kusumadinata dari Bandung bahwa istilah karawitan adalah ‘pancaran sinar yang indah’, yaitu artinya seni suara yang berbentuk vocal maupun instrumental yang berlaraskan pelog dan salendro.
Komentar
Posting Komentar